CLOUD COMPUTING: CLOUD COMPUTING LAYANAN DUNIA BISNIS MASA DEPAN

CLOUD COMPUTING:
CLOUD COMPUTING LAYANAN DUNIA BISNIS
MASA DEPAN
Khoirul Anam Shona
NIM: 14.N1.0034
Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
 email anamshona48@gmail.com
__________________________________________________________________

ABSTRAK

Model teknologi komputasi sebagai gelombang Informatisasi baru dalam Abad Informasi yang
disebut Cloud Computing telah lahir dan didengungkan untuk mendukung layanan informatisasi
dunia bisnis masa depan. Cloud computing atau komputasi awan ialah teknologi yang memanfaatkan layanan internet menggunakan pusat server yang bersifat virtual dengan tujuan pemeliharaan data dan aplikasi. Keberadaan komputasi awan jelas akan menimbulkan perubahan dalam cara kerja sistem teknologi informasi dalam sebuah organisasi. Hal ini karena komputasi awan melalui konsep virtualisasi, standarisasi dan fitur mendasar lainnya dapat mengurangi biaya Teknologi Informasi (TI), menyederhanakan pengelolaan layanan TI, dan mempercepat penghantaran layanan. Secara umum arsitektur komputasi awan terdiri dari (1) Infrastructure as a Service (IaaS) (2) Platform as a Service (PaaS) dan (3) Software as a Service (SaaS).
Naskah ini membahas kelahiran gelombang teknologi baru yang masih dalam tahap pematangan ini untuk dapat dimengerti, dikaji, dihayati, dan didayagunakan dalam proses layanan operasional dunia bisnis masa depan. Banyak pertanyaan yang harus dijawab
dan diyakinkan kepada para ilmuwan, akademisi, dan praktisi atau profesional di bidang
komputer, di antaranya adalah bagaimana arsitektur atau model layanan teknologi baru ini, apa
dan siapa yang berhak dan bertanggung jawab terhadap pengembangan dan keberlanjutan
sistem, jaminan keamanan jaringan komunikasi dan data, data privasi, integritas data, dan
ketersediaan data?



PENDAHULUAN

Seiring perkembangan jaman, teknologi komputer juga mengalami perkembangan ke
arah pencapaian kenyamanan dan kemudahaan dalam kehidupan sehari-hari. Baik dari segi
ukuran perangkat, aplikasi, space penyimpanan data, maupun kebutuhan interaksi sosial.
Penggunaan internet sebagai salah satu teknologi komputasi meningkat dan telah merambah
ke semua kalangan. Permasalahan diperoleh dalam pengolahan jaringan sistem komputer.Teknologi komputer merupakan salah satu teknologi yang mengalami perkembangan sangat pesat, karena didukung oleh banyaknya inovasi teknologi yang dihasilkan oleh banyaknya temuan-temuan baru terkait dengan keinginan manusia untuk mengotomasikan sistem kehidupan di dunia agar segala kegiatan hidup bisa lebih mudah, lebih efektif, dan lebih efisien. Akibat dari pemikiran inilah berbagai usaha berupa kajian, penelitian dan pengembangan
yang berkelanjutan di bidang hardware, software, infrastruktur, maupun brainware untuk menghasilkan berbagai temuan baru yang cemerlang untuk diimplementasikan, dan selalu disempurnakan. CEO Oracle Larry Ellison pada tahun 2008mengatakan kepada kelompok analis Oracle,bahwa “The computer industry is the only industry that is more fashion-driven than women’s fashion”. Intinya bahwa industri komputer merupakan satu-satunya industri
yang lebih banyak didorong perkembangannya oleh mode/fashion dibandingkan mode/fashion wanita.



PEMBAHASAN

Evolusi Era Informasi dan Cloud
Computing
Untuk memahami lahirnya teknologi Cloud Computing, marilah kita tinjau bagaimana model komputasi berevolusi. Seperti yang disampaikan oleh Alvin Toffler dalam bukunya yang terkenal “The Third Wave”,
bahwa peradaban dunia sampai dengan saat ini telah berlangsung dalam 3 gelombang/era, yaitu era
Ø  Agraria/pertanian
Ø  Era industri
Ø  Era informasi
Dalam setiap gelombang telah terjadi beberapa subgelombang. Sebagai contoh: sub-gelombang dalam era informasi yaitu dimulainya penggunaan komputer mainframe tahun 1960-1970, berkembang
menjadi minicomputer tahun 1980-1985, PC tahun 1985-1990, Client-Server tahun 1990-1995, IP Networks tahun 1995-2000, Mobile Devices tahun 2001-2008, dan kini muncul sub-gelombang Cloud Computing.
Jurnal TELEMATIKA MKOM, Vol.2 No.2, September 2010 ISSN 2085-725X 80Dalam bukunya “The Big Switch”, Nicholas Carr membahas bahwa evolusi di era informasi sangat mirip dengan perubahan penting yaitu elektrifikasi dalam era industri. Sebelumnya, setiap organisasi harus membangun instalasi sumber daya
listriknya sendiri-sendiri, misalnya dengan menyediakan kincir air/angin sendirisendiri. Dengan elektrifikasi, setiap organisasi tidak perlu membangun instalasi sumber daya listriknya sendiri-sendiri lagi,
tetapi dengan menyambung ke saluran listrik yang disediakan oleh perusahaan pemasok listrik. Cloud computing sangat mirip dengan awal mula perubahan elektrifikasi dalam era industri tersebut di era informasi. Saat ini setiap organisasi menyediakan sumber daya komputasinya sendiri-sendiri. Di masa mendatang, setiap organisasi hanya menyambung ke jaringanbcloud (computing grid) sebagai sumber daya komputasi sesuai yang diperlukan. Begitu terwujud, penghematan untuk informatisasi
organisasi merupakan keuntungan besar yang tidak tersanggahkan, bahkan untuk organisasi besar, di antaranya karena hanya cukup menyediakan sumber daya komputasi secukupnya sesuai kebutuhan. Kebutuhan komputasi lainnya sudah disediakan oleh vendor penyedia layanan komputasi. Hubungan Pelanggan danPenyedia Layanan dalam Model Cloud Computing Gambaran lainnya terkait dengan evolusi dalam cloud computing sendiri yang merupakan evolusi logik dari komputasi, seperti tercantum di gambar-3. Gambar-3. Evolusi dalam Cloud Computing. Dimulai dari (ISP 1.0), setiap penyedia layanan Internet (ISP) berkembang-biak secara cepat untuk memberikan layanan akses Internet kepada organisasi dan individu. Pada tahap awal, ISP hanya memberikan koneksi Internet kepada para pengguna dan bisnis kecil, bahkan lewat layanan telepon. Jurnal TELEMATIKA MKOM, Vol.2 No.2, September 2010 ISSN 2085-725X 81Setelah akses Internet berkembang menjadi komoditi, ISP bergabung dan mencari layanan yang mempunyai nilai lebih, seperti akses ke email dan ke penyedia layanan
lainnya di dalam fasilitas mereka (ISP 2.0).Versi ini memungkinkan suatu fasilitaskhusus untuk menjadi host server organisasi/pelanggan, bersama infrastruktur untuk mendukung dan menjalankan aplikasi
di atasnya, yang disebut dengan fasilitas collocation - sandingan (ISP 3.0), tipe pusat data di mana beberapa pelanggan mencari lokasi jaringan, server, storage dan interkoneksi ke berbagai jaringan telekomunikasi serta jaringan penyedia layanan lainnya dengan biaya serta komplikasi yang seminimal mungkin. Setelah fasilitas collocation berkembang dan menjadi komoditas, langkah evolusi berikutnya adalah pembentukan penyedia layanan aplikasi (ASP), yang memfokuskan pada layanan bernilai tambah lebih tinggi dalam memberikan aplikasi khusus kepada oraganisasi, dan tidak hanya infrastruktur komputasi (ISP 4.0). ASP pada umumnya memiliki dan mengoperasikan software aplikasi yang disediakan beserta infrastruktur yang diperlukan. Walaupun ASP menyerupai model layanan cloud
computing software-as-a-service (SaaS), terdapat perbedaan penting dalam bagaimana layanan tersebut diberikan dan model bisnisnya. Cloud Computing (ISP 5.0) menggunakan model SPI yaitu memberikan layanan Software-as-a-Service (SaaS), Platform-as-a-Service (PaaS), dan Infrastructure-as-a-Service (IaaS). Beberapa pengembangan layanan tambahan lainnya berdasarkan tawaran vendor penyedia
layanan adalah Communication-as-a-Service (CaaS), Monitoring-as-a-Service (MaaS),Security-as-a-Service (SaaS), dan lainlainnya.



Macam - macam Cloud Dan Fungsinya

1.      Platform as a Service (PaaS) : Layanan yang menyewakan “tempat” untuk menjalankan aplikasi dari user. Tempat yang dimaksud seperti sistem operasi, database, framework, dsb yang merupakan wadah untuk berjalannya aplikasi. Ciri dari layanan ini adalah user tidak perlu melakukan maintenance dan tidak perlu menyiapkan infrastruktur. Contoh Paas adalah Windows Azure, Amazon Web Service, GoogleApp Engine.
2.      Software as a Service (SaaS) : Layanan yang menyediakan aplikasi jadi / siap pakai kepada End user. Ciri dari layanan ini adalah user tidak perlu membuat aplikasi, tidak perlu menyiapkan tempat dan juga infrastruktur. Contoh SaaS adalah gmail, ymail, facebook, twitter, dropbox. Atau yang berbayar seperti salesforce, office365, dsb.
3.       (IaaS) : Layanan yang menyewakan infrastruktur IT kepada user yang ingin membangun layanan cloud. Infrastruktur disini bersifat fisik, bisa berupa memory, penyimpanan, server, jaringan, dsb. Hal-hal seperti membuat aplikasi dan konfigurasinya diserahkan kepada user. Cloud provider hanya menyediakan infrastruktur berdasarkan request dari user. Ciri layanan ini adalah jika user ingin mengupgrade memory atau menambah server, user tinggal menghubungi provider kemudian provider akan menyediakan sesuai dengan permintaan. Contoh IaaS adalah Amazon EC2, Rackspace cloud.


Keamanan Data Pada Cloud Computing
1)      Pastikan Perusahaan Layanan Cloud  sudah memiliki sertifikasi security
Pastikan perusahaan penyedia layanan cloud sudah memiliki ISO 27001 dan memiliki SLA untuk menjamin kerahasiaan data .
2)      Seberapa Besar data akan di simpan di Cloud
Harus mengkalkulasi dan memilah data-data agar data yang akan disimpan bukan data yang tidak penting
3)      Jangan Share Password kepada siapapun
Walaupun orang dekat dapat dipercaya, tetapi bukan ide yang bagus membagi password kepada siapapun. Karena seluruh informasi penting ada didalam layanan cloud
4)      Jangan Menggunakan Password yang sama
Sebagai contoh  punya email di yahoo, gmail, bahkan facebook dan twitter dengan password yang sama dengan alasan mudah dihafal. Jika hacker berhasil meng-hacked password akun facebook ,
5)      Backup Data Anda
Backup Data secara rutin. Hal ini perlu dilakukan juga di layanan cloud Jika layanan cloud punya layanan backupnya akan lebih baik, namun perlu dipastikan tidak di tempat yang sama dengan menyimpan data tersebut.  


Ciri Khas dan Keuntungan Teknologi
Cloud Computing
Beberapa ciri khas cloud computing adalah:
1. Multitenancy (shared resources): berdasarkan model bisnis di mana sumber daya dibagi pakai bersama (beberapa pengguna memakai sumber daya yang sama) di tingkat jaringan,tingkat pengguna, dan tingkat aplikasi.
2. Massive scalability: walaupun organisasi mungkin mempunyai ratusan atau ribuan sistem, cloud computing memberikan kemampuan sampai puluhan juta sistem, di samping kemampuan skala besar dalam memanfaatkan pita lebar dan tempat penyimpanan data.
3. Elasticity: pengguna dapat secara cepat meningkatkan dan menurunkan sumber daya komputasi yang diperlukan, serta melepaskan sumber daya untuk penggunaan lainnya kalau tidak ciperlukan lagi.
4. Pay-as-you-go: pengguna hanya membayar sumber daya yang sesungguhnya dipakai dan hanya pada waktu mereka membutuhkan.
5. Self-provisioning of resources: sumber daya yang dipunyai oleh pengguna sendiri, seperti sistem-sistem tambahan (kemampuan pengolahan, software, tempat penyimpanan data) dan jaringan.
Gambar-6. Elastisitas Pemakaian Sumber


Beberapa keuntungan dari cloud computing
adalah:
1. Mengurangi biaya implementasi dan pemeliharaan.
2. Meningkatkan mobilitas tenaga kerja global.
3. Infrastruktur yang lentur/fleksibel dan jangkauan yang luas.
4. Kecepatan waktu ke pasar.
5. Transformasi bagian IT (fokus pada inovasi versus pemeliharaan dan implementasi).
6. Wacana penghijauan/perampingan pusat data.
7. Meningkatkan ketersediaan aplikasi kelas bisnis berkualitas tinggi sampai dengan kecil-menengah.



Model Cloud Computing
Istilah cloud adalah merupakan bentuk metafora dari Internet dan merupakan simplifikasi representasi yang kompleks dari jaringan sarana dan prasarana yang dihubungkan dengan fasilitas Internet.
Private/internal dan public/external clouds merupakan subset dari Internet untuk melayani cloud computing sesuai hubungan yang dibutuhkan pelanggan. Kualitas yang diberikan harus memenuhi standar kualitas layanan yang disepakati atau service-levelagreement (SLA). Pada model public clouds (lihat gambar-7), sumber daya secara dinamis diberikan kepada pelanggan sesuai kebutuhan
berdasarkan layanan self-service lewat Internet, aplikasi web atau layanan web, dari fasilitas dari vendor penyedia layanan (offsite) yang berbagi pakai, dikelola, dikontrol, dijaga kemanannya dan dibayar sesuai
dengan pemakaian yang dibutuhkan saja (prinsip utility computing).
Pada model private clouds, sumber daya diberikan dengan jaringan privat organisasi pelanggan, untuk memenuhi permintaan pelanggan dalam rangka jaminan keamanan dan ketersediaan data yang sensitif.
Organisasi pelanggan harus membeli, membangun, dan mengelola sendiri sumber daya operasional sistem komputasi yang dibutuhkan di dalam private clouds Kemungkinan model lain adalah hybrid
clouds (lihat gambar-9), yang mencakup gabungan model private dan public clouds sesuai yang dibutuhkan oleh instalasi organisasi pelanggan.
Macam macam cloud


CX
Website resmi : www.cx.com
Kapasitas gratis : 10 GB, tambahan 6 GB untuk referal
Kapasitas berbayar : $4.99 / bulan untuk 25 GB
Batas ukuran file : Tidak ada
Desktop app : Windows, Mac
Mobile app : iOS, Android
File sharing : Bisa




Google Drive
Website resmi : drive.google.com
Kapasitas gratis : 5 GB
Kapasitas berbayar : $2.49 / bulan untuk 25 GB
Batas ukuran file : 10 GB
Desktop app : Windows, Mac
Mobile app : Android
File sharing : Bisa






Drop Box 
Website resmi: www.dropbox.com
Kapasitas gratis: 2 GB, 16 GB jika anda jadi referral
Kapasitas berbayar: $9.99 / bulan untuk 50 GB
Batas ukuran file: 2 GB
Desktop app: Windows, Mac, Linux
Mobile app: Android, iOS, BlackBerry
File sharing: Bisa






Sugar Sync 
Website resmi: www.sugarsync.com
Kapasitas gratis: 5 GB
Kapasitas berbayar: $4.99 / bulan untuk 30 GB
Batas ukuran file: Tidak ada
Desktop app: Windows, Mac
Mobile app: Android, iOS, BlackBerry, Windows, Symbian
File sharing: Bisa
Fitur lain: Plugin Outlook



 

Box
Website resmi: www.box.com
Kapasitas gratis: 5 GB
Kapasitas berbayar: $9.99 / bulan untuk 25 GB
Batas ukuran file: 100 MB
Desktop app: Tidak ada
Mobile app: Android, iOS
File sharing: Bisa
Fitur lain: Upload via email



 

SkyDrive
Website resmi: www.skydrive.com
Kapasitas gratis: 7 GB
Kapasitas berbayar: $10.00 / bulan untuk 20 GB
Batas ukuran file: 2 GB
Desktop app: Windows, Mac
Mobile app: Android, iOS, Windows
File sharing: Bisa
Fitur lain: Office Web Apps



Dari Sisi Bisnis Masa Depan
Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena dijalankan lewat layanan cloud.

  
KESIMPULAN


Teknologi komputasi baru yang disebut cloud computing sudah lahir dan sedang berkembang untuk memenuhi kebutuhanorganisasi pelanggan dalam rangka mencapai tata-kelola yang baik,efektif, dan
efisien. Perusahaan besar di bidang komputasi sedang mengembangkan sistem komputasi ini untuk memenuhi kebutuhan organisasi pelanggan masa depan agar memenuhi prinsip-prinsip dalam standar
layanan kualitas yang baik (SLA). Ilmuwan, akademisi, dan praktisi/professional bidang komputer perlu mewaspadai dan mengikuti kecenderungan perkembangan teknologi ini untuk bisa ikut berkontribusi dan
mendayagunakannya secara tepat sesuai kebutuhan organisasi modern.



Daftar Pustaka

Ø  Velte, Anthony T., Toby J. Velte, and Robert Elsenpeter, Cloud Computing: A Practical Approach
      McGraw Hill, New York, 2010.
Ø  Mather, Tim, Subra Kumaraswamy, and Shahed Latif, Cloud Security and Privacy, O’Reilly Media Inc., Sebastopol, CA, USA, 2009.Wikipedia, Cloud Computing,  http://en.wikipedia.org/wiki/Cloud_com  , diakses 10 Desember 2010.
Ø  Rittinghouse, John W., James F. Ransome, Cloud Computing Implementation, Management, and Security, CRC Press, Taylor & Francis Group, Boca Raton, FL, USA, 2010.
Ø http://www.slideshare.net/herwinanggeriana/journal-cloud-computing



Tidak ada komentar:

Posting Komentar